Monday, September 12, 2011

Bus Sumber Kencono Vs Minibus, Tewaskan 20 orang

Dua puluh orang tewas dan sedikitnya 10 orang luka-luka akibat bus Sumber Kencono jurusan Surabaya-Solo-Yogyakarta bertabrakan dengan mobil travel Isuzu Elf di Jalan Raya By Pass Km 51 Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (12/9) sekitar pukul 03.00.

Delapan belas dari 20 korban tewas merupakan penumpang minibus travel. Dua korban lain yakni pengemudi Sumber Kencono, Mujito (50), warga Desa Kalirong, Kecamatan Kaliboto, Kediri, dan sopir Isuzu Elf, Didik Prayoga (41), warga Dusun Linu Jetis, Desa Waru Jayeng, Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk, Jatim. Identitas para korban lainnya telah diketahui, kecuali tiga wanita yang berusia sekitar 10 tahun, 25 tahun, dan 35 tahun.



Berdasarkan pemeriksaan oleh polisi, musibah itu diduga akibat minibus Elf AG-7103-ML berjalan terlalu ke kanan dan masuk ke jalur dari arah berlawanan. Selain itu, mobil travel yang hendak menuju Surabaya itu juga kelebihan muatan, karena ditumpangi 21 orang termasuk sopir. Dua penumpang travel selamat.

Keterangan lain menyebutkan, lampu Sumber Kencono mati. Semua dugaan itu masih diselidiki polisi.

Saat kejadian, bus Sumber Kencono W-7181-UY melaju dari arah Surabaya ke Jombang (dari timur ke barat), sedangkan minibus Elf dari arah sebaliknya. Kedua kendaraan diperkirakan meluncur dalam kecepatan tinggi.

Sampai di lokasi yang merupakan jalan menikung dengan kemiringan cukup tajam, kedua kendaraan berbelok. Kondisi gelap akibat minim lampu jalan serta ketiadaan garis marka diduga membuat kedua pengemudi tak bisa melihat dengan jelas. Tabrakan pun tak terhindarkan. Benturan keras menyebabkan badan bagian depan kedua kendaraan, ringsek. Elf terseret 50 meter.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera menolong korban dan membawa mereka ke RSU Dr Wahidin Sudirohusudo dan RSI Sakinah, Mojokerto, serta RS Citra Medika, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.

Pemeriksaan oleh polisi di lokasi kejadian menyebutkan, tidak ada tanda-tanda pengemudi Elf mengurangi kecepatan saat memasuki tikungan. Bahkan kendaraan itu masuk ke jalur dari arah berlawanan.

”Sama sekali tidak ditemukan bekas pengereman dari kendaraan Elf. Hal ini menunjukkan pengemudi Elf tidak berupaya mengurangi kecepatan di jalanan menikung dan lebih memilih mengambil haluan ke kanan atau masuk ke jalur berlawanan,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Sam Budigusdian.

Menurut Sam, pengemudi Elf menjadi tersangka dalam kejadian itu. Namun, karena yang bersangkutan meninggal dunia, kasus itu batal demi hukum alias tidak dilanjutkan.

Selain masuk ke jalur berlawanan, mobil Elf juga melakukan pelanggaran muatan. Daya angkutnya maksimal 16 orang, tapi saat kejadian mengangkut 21 orang. ”Kelebihan muatan kendaraan Elf juga berkontribusi terhadap kecelakaan, sehingga kemudi susah dikendalikan.”

Autopsi

Kecelakaan yang memakan banyak korban jiwa itu mengundang perhatian banyak kalangan. Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jatim juga terjun ke lapangan. Mereka mendatangi RSU Dr Wahidin Sudirohusodo Mojokerto untuk mengautopsi korban tewas.

”Selain autopsi, kami juga mengambil sampel masing-masing korban, misalnya sampel sidik jari,” kata dokter Heri W dari Dokpol Polda Jatim.

Sejumlah jenazah korban disemayamkan di RSU tersebut. Para kerabat korban langsung histeris begitu sampai di ruang jenazah.

Kemarin Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membesuk para korban luka. Menyikapi kejadian memilukan itu, Gus Ipul menegaskan bahwa siapa pun yang bersalah harus ditindak tegas.

Menurut dia, bus Sumber Kencono bisa dicabut trayeknya jika investigasi polisi membuktikan bahwa bus tersebut bersalah. Begitu juga sebaliknya, jika minibus Elf bersalah, sanksi setimpal akan dijatuhkan.

Gus Ipul mengutarakan, dia memperoleh laporan tentang kemungkinan penyebab kecelakaan. Ada yang menyebut minibus Elf mengambil jalur terlalu ke kanan. Ada pula yang mengatakan lampu Sumber Kencono tak menyala.

”Tapi, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi polisi,” katanya.

Musibah itu menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan bus Sumber Kencono. Terakhir, pada Minggu (22/5/2011), bus Sumber Kencono W-7666-UY yang dikemudikan Mustari, warga Mojokerto, menabrak truk bak terbuka AE-8804-BA di Jalan Raya Madiun-Surabaya, sekitar pukul 20.00. Kejadian itu mengakibatkan 10 korban tewas, sebagian besar penumpang truk.