End Weakness

End weakness. That will be done when Liverpool were treated to Bolton Wanderers in thePremier League at the Reebok Stadium on Sunday (22 / 1) early morning hrs.

Red Bull Confidence

Ferrari and McLaren Mercedes continue to improve the performance of his car to confrontthe race Formula One (F1) next season.

Iranian Embassy Closed

Britain and Iran are hotting up following the Iranians attack the British embassyin Tehran on Tuesday. England, yesterday, closing the Iranian Embassy in London andexpel Iranian diplomats from London.

British Embassy Was Invaded

Iranian demonstrators angry and stormed two British embassy compound in TehranTuesday.

Egyptian Cabinet Retreat, Mass protest form again

Mass protests held again in Egypt, yesterday, a day after a cabinet retreat. Tens of thousands of people thronged the Tahrir Square, Cairo, answered the call of a million people protested to increase the pressure of military leaders to hand over power to civilian government.

Sunday, February 5, 2012

Sumber Energi Alternatif Sel Surya

BAGAIMANAKAH jika semua aktivitas manusia menjadi lumpuh bila suatu saat bahan bakar minyak dan gas bumi habis? Apakah peradaban beberapa abad silam akan terulang kembali di masa yang akan datang? Mimpi buruk itu bisa saja menjadi kenyataan pada tahun 2070. Akan tetapi, perkiraan lain menyebutkan tidak akan secepat itu, karena masih ada beberapa terobosan energi alternatif yang bisa diandalkan, misalnya saja batu bara yang pemanfaatannya di tingkat dunia bisa bertahan hingga tahun 2300.

Keberadaan bahan bakar energi tak terbarukan itu dan sejenisnya berdasarkan data sejak tahun 1970 tidak lebih dari tiga abad lagi, semua sumber energi itu akan tamat riwayatnya.

Agar generasi mendatang tak mengalami nasib buruk itu, kini beberapa negara mulai mengembangkan energi terbarukan, di antaranya yang makin populer adalah sel surya (solar cell).

Sel surya adalah teknologi mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan photovoltaics . Secara umum cara penggunaan tenaga matahari ini dibagi dua, yaitu aktif dan pasif. Penggunaan secara aktif yaitu menggunakan teknologi panel photovoltaic atau panel tenaga surya untuk mengumpulkan energi listrik. Sementara cara penggunaan secara pasif adalah dengan cara mengatur arah bangunan, menggunakan material yang menyerap panas dan desain bangunan yang secara alami memperlancar sirkulasi udara di dalam bangunan.

Menurut data Photovoltaic Energy System Inc, sejak dipasarkan tahun 1977, volume produksi sel surya pada tahun 2011 mencapai 757,9 megawatt. Jumlah itu terbesar dipasok Jepang (351 megawatt), sedikit di atas Kalifornia dan Nevada AS (344 megawatt), dan negara-negara Eropa (116,4 megawatt).

Pemanfaatan energi alternatif yang melimpah, bersih, dan tak habis-habisnya itu, terus dikembangkan untuk berbagai keperluan. Upaya itu antara lain dilakukan oleh Jepang secara gencar. Dengan Proyek Genesis Global Energy Network Equipped with Solar Cell and International Superconductor Grids) negara Matahari Terbit itu bercita-cita menggelar sistem energi surya photovoltaics di seluruh dunia, yang dipadukan dengan jaringan transmisi daya superkonduktor bertemperatur tinggi. Listrik yang dibangkitkan sel surya melalui jaringan itu akan dipasok secara stabil ke seluruh dunia.

Bila dijajarkan pada areal seluas 800 X 800 km persegi, sistem sel surya yang memiliki efisiensi konversi 10 persen itu dapat memasok energi setara dengan kebutuhan BBM dunia pada tahun 2010, yaitu 14 miliar kiloliter selama setahun. Lahan seluas 640.000 km persegi yang diperlukan itu hanya sekitar 4 persen dari total luas areal gurun pasir di dunia.

Penerapan sel surya sangat luas. Perusahaan Jepang di bidang transportasi umum, misalnya, mengembangkan bukan hanya mobil surya, tapi juga untuk sepeda motor, kapal pesiar hingga pesawat terbang dan balon udara .

Di Amerika Serikat, pesawat bersayap panjang Solar Impulse HB-SIA bertenaga surya, yang pernah diuji coba pada pameran dirgantara Paris Air Show 2011, mampu terbang selama 36 jam nonstop dengan kecepatan 70 km/jam, tanpa bantuan satu liter pun bahan bakar fosil. Pesawat ini murni memanfaatkan energi surya yang diperoleh dari 11.628 sel surya yang ditempatkan pada penampang sayapnya. Untuk terbang dari Brussels, Belgia, menuju Paris, Prancis, yang berjarak 262 kilometer dibutuhkan waktu 16 jam.

Sebelum masuk ke berbagai aplikasi komersial, teknologi sel surya terutama untuk mengubah energi surya langsung menjadi listrik hanya ada untuk program angkasa luar. Sel-sel kristal sililkon yang digunakan pada proses ini, meskipun efisien, masih sangat mahal untuk aplikasi umum.

Perkembangannya, sel surya generasi kedua, yang terbuat dari film sangat tipis sebagai bahan penangkap sinar, dapat mengurangi biaya, tetapi tidak membuatnya cukup menarik untuk aplikasi lain, selain produk konsumen berukuran kecil seperti kalkulator dan arloji.

Kendala yang dihadapi dalam penggunaan sel surya ini adalah pada efisiensi konversi energinya yang sangat rendah. Pada umumnya, lapisan tunggal sel surya yang halus akan menyerap sedikit frkasi sinar yang sangat kecil hanya sekitar 1 hingga 2 persen. Untuk mengatasi itu, dipelajari sistem kerja daun dalam melaksanakan fotosintesis.

Dalam daun terdapat banyak lapisan klorofil yang dapat menyerap sinar yang masuk dengan baik. Untuk memberi efek yang sama pada sel surya digunakan permukaan permukaan film yang tidak halus seperti layaknya daun untuk mendukung bagian peka cahaya.

Meski demikian, tampaknya pemerintah masih pesimistis dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.

Pengembangannya masih tersendat-sendat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kardaya Warnika mengatakan, tidak adanya keberpihakan membuat target sulit dicapai.

Menurut dia, keberpihakan mengandung arti semua energi baru dan terbarukan harus serentak didorong untuk menggantikan energi fosil. Namun, saat ini justru energi fosil yang memperoleh subsidi.

”Harusnya EBT didorong untuk menggantikan energi fosil bukan malah sebaliknya,” kata Kardaya di Jakarta ,kemarin. Menurut dia, energi yang baru memang cenderung mahal.

Namun, justru karena itulah maka pengembangan energi baru dan terbarukan harus dilakukan secepat mungkin sehingga biayanya akan semakin berkurang. ”Seperti handphone, dulu mahal sekali, tapi sekarang murah. Jadi saya yakin cost-nya akan turun cepat sekali. Jadi, kalau kita tidak segera mulai, maka kita akan sangat tertinggal,” jelasnya.

Energi Kincir Angin Yang Mutakhir

Pandangan sudut mitologi, fenomena yang sering terjadi akhir-akhir ini di media pemberitaan dimana padatnya narasi angin kencang yang menerjang berbagai kawasan dunia, termasuk Indonesia, dianggap sebagai kutukan karena menimbulkan bencana.

Namun, dari sudut pandang teknologi, datangnya angin bisa menjadi berkah jika dikelola secara kreatif. Angin merupakan energi gratis karunia Tuhan yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kincir dan memproduksi listrik.

Angin tergolong jenis energi terbarukan yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan.

Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil.

Sumber angin dunia sangat melimpah dan menyebar di semua kawasan. Saat ini, tenaga angin telah dimanfaatkan oleh sekitar 50 negara di dunia. Ladang angin saat ini menyediakan tenaga besar yang setara dengan pembangkit listrik konvensional. Dengan pemanfaatan teknologi saat ini, tenaga angin diperkirakan dapat menyediakan 53.000 terawatt/jam setiap tahun.

Perkembangan teknologi dalam dua dekade terakhir menghasilkan kincir angin yang mudah dipasang. Saat ini, sebuah kincir angin modern, 100 kali lebih kuat daripada turbin dua dekade lalu. Seiring meningkatnya pasar, tenaga angin memperlihatkan menurunnya biaya produksi hingga 50%.

Saat ini, di wilayah yang anginnya maksimum, tenaga angin mampu menyaingi PLTU batu bara teknologi baru dan pembangkit listrik tenaga gas alam.

Menurut catatan Greenpace, selama beberapa tahun terakhir, pemasangan kapasitas angin meningkat melebihi 30%. Hal tersebut membuat target untuk menjadikan tenaga angin mampu memenuhi kebutuhan energi dunia hingga 12 persen pada tahun 2020. Dengan terus meningkatnya ukuran dan kapasitas rata-rata turbin, diperkirakan pada tahun 2020 biaya pembangkit listrik tenaga angin pada wilayah yang menunjang akan turun hingga 2.45 sen per KWh, lebih murah 36 persen dari biaya pada tahun 2003 yang mencapai 3.79 euro/KWh.

Dari aspek lingkungan, keuntungan terpenting dari energi angin adalah berkurangnya level emisi karbon dioksida penyebab perubahan ikilm. Tenaga angin juga bebas dari polusi yang sering diasosiasikan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan nuklir dan mengurangi emisi CO2 hingga 10.700 juta ton.

Sayang, kemajuan teknologi ini baru diusahakan segelintir pihak, yang dipimpin oleh Jerman, Spanyol dan Denmark. Negara-negara lain belum mengembangkan industri listrik tenaga angin secara maksimal.

Indonesia sendiri, dalam memenuhi kebutuhan listriknya masih mengandalkan PLTA dan PLTU, tentunya dengan biaya yang tidak sedikit.

Di Indonesia, pemanfaatan angin untuk pembangkit listrik dilakukan dalam skala terbatas. Sejumlah proyek uji coba sudah dipasang di sejumlah daerah, seperti Jepara, Bulukumba, Nusa Penida di lepas pantai Bali dan lainnya. Di Pantai pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta juga telah dikembangkan pemanfaatan energi listrik hibrid dari hasil kombinasi energi angin dan energi panas matahari yang dipelopori Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek). Kecepatan angin laut dan angin darat di pantai Pandansimo rata-rata 3-4 meter/detik dan intensitas sinar matahari yang besar dan tetap.

Terdapat 35 unit turbin angin yang sudah dipasang dengan tinggi rata-rata 18 meter . Terdiri 26 turbin angin dengan kapasitas 1 kw, 6 turbin angin 2,5 kw, 2 turbin angin 10 kw, dan satu turbin angin 50 kw. Ditambah 175 unit sel surya dengan kapasitas 17,5 kwp.

Teknologi Kincir Angin

Amerika Serikat punya cerita lain. Laporan American Wind Energy Association (AWEA) itu menyebutkan bahwa 20% dari seluruh energi yang digunakan di seluruh negeri itu dihasilkan dari tenaga angin. Mereka telah merilis 10 kincir angin tercanggih. Perusahaan WhalePower sengaja mendesain kincir angin mirip pisau kareya diyakini mampu meningkatkan efisiensi listrik yang dihasilkan hingga 20%.

Kincir mutakhir tersebut didesain dalam berbagai tipe sesuai tempat dan kepentingan yang berbeda. Tipe Quiet Revolution, misalnya, digunakan pada daerah perkotaan dengan kecepatan angin rendah. Kincir ini mampu menangkap angin dari seluruh penjuru sehingga menghemat tempat.

Sementara untuk daerah lepas pantai, pulau dan pulau tengah laut dibuat kincir MARS (Mageen Air Rotor Systems). MARS adalah kincir angin yang diletakkan di tempat sangat tinggi. Berisikan helium, benda ini mampu bertahan hingga ketinggian 1000 kaki di udara. Angin yang ditangkap akan membuat MARS berotasi pada porosnya, ini akan menghasilkan energi yang langsung ditransfer pada kabel ke darat.

Bagi masyarakat kurang mampu, disediakan kincir Windbelt berukuran mini. Kincir ini didesain oleh peraih penghargaan PM Breakthrough, Shawn Frayne. Mampu menghasilkan 40 milliwatt pada kecepatan angin 10mph dengan biaya produksi yang murah dengan pasokan listrik yang baik.

Sementara untuk keperluan pertanian, perumahan dan gedung-gedung dibuat kincir angin vertikal yang mampu bekerja dengan baik pada kecepatan angin rendah.

Misalnya Architectural Wind, kincir angin berukuran kecil yang bisa ditaruh di atas atap atau ujung gedung. Dengan asumsi bahwa angin yang sudah menabrak atap gedung mengakibatkan aliran udara lebih cepat, maka kincir ini mampu memanfaatkan pisau-pisaunya untuk menangkap aliran tersebut.

Indonesia perlu belajar banyak pada negara-negara maju. Jika tidak, maka angin yang bertiup di negeri ini hanya menghasilkan bencana.

Wednesday, February 1, 2012

MU BIDIK CITY


Kepercayaan diri Manchester United (MU) bertambah tinggi selepas berhasil menyamai nilai pimpinan klasemen sementara Liga Primer Inggris, Manchester City. Bahkan, manajer Sir Alex Ferguson langsung membidik The Citizens.

Padahal, derby Manchester jilid kedua baru terjadi 28 April mendatang. Di pertemuan pertama di Old Trafford, The Red Devils kalah 1-6.

Setan Merah terus melaju berkat kemenangan 2-0 atas tamunya, Stoke City, Rabu (1/2) dini hari WIB. Dua gol tercipta melalui titik putih lewat eksekusi Javier ''Chicharito'' Hernandez dan Dimitar Berbatov.

Hingga 23 pertandingan, duo Manchester sama-sama mengemas 54 poin. Namun, City masih unggul dalam selisih gol.

"Saya selalu melihat Maret sebagai bulan paling penting, dan kami akan menghadapi City pada April," ungkap Fergie, panggilan akrab Sir Alex Ferguson.

Laga di Stadion Emirates tersebut merupakan momen yang ditunggu-tunggu Fergie untuk melakukan revans. Pembalasan dendam sebenarnya telah diwujudkan ketika Patrice Evra cs menundukkan The Citizens 3-2 di Piala FA.

Saat menjamu The Potters, Fergie tak menurunkan striker top Wayne Rooney. Lini depan diisi Hernandez dan Berbatov. Dia juga memasang kiper ketiga Ben Amos lantaran David de Gea dan Anders Lindegaard cedera.

Amos (21) jarang mendapat ancaman. Dia cuma sekali mengamankan gawang dari percobaan Cameron Jerome di babak kedua.

"Ben tak harus melakukan banyak hal, tapi dia bermain percaya diri dan tenang. Kami sangat senang dengan itu," jelas Fergie.

Tuesday, January 31, 2012

Lonceng Bergema Dalam Komunitas Orkestra Graceful Handbell Choir


Lonceng Gracefull Melody : Graceful Handbell Music Choir
konser musik lonceng  di Toko Buku Gramedia, baru-baru ini.
[Semarang].  Lonceng yang terdengar layaknya suara indah gemerincing tampak melodis, diawali dari sayup-sayup hingga terdengar beberapa not, dan kemudian membentuk jadi sebuah kawanan musik yang indah nan megah. Tanpa instrumen band, hanya beberapa buah loncengyang dimainkan.

Para pemainnya menggerakkan kedua tangannya sambil bergantian mengganti handbell (lonceng tangan) yang berarti bergantinya sebuah notasi. Baru-baru ini sangat sering muncul kelompok Graceful Handbell Choir itu tampil di Toko Buku Gramedia. Serentak tepuk tangan para penonton mengapresiasi permainan mereka. Bagi sebagian orang, lonceng hanyalah alat bunyi, namun kelompok Graceful Handbell Choir yang berdiri sejak Tahun 2008 ini menjadikannya menjadi musik yang indah.

“Dasar dari memainkan musik ada pada handbell yang memiliki akurasi nada secara presisi. Saat seseorang telah menguasai salah satu not handbell akan mampu mengembangkan dirinya memainkan instrumen musik lainnya,” Begitulah ucapan penggagas Graceful Handbell Choir, Henry Susanto Pranoto.

Alat musik itu mulanya banyak digunakan di banyak negara, terutama di Eropa sebagai media pendidikan yang efektif dan efisien membaca not balok. Dikarenakan dimainkan secara kelompok, ada rasa kebersamaan yang patut dibangun. “Dalam kelompok musik ini diajarkan untuk bekerja sama, bagaimana menyelaraskan handbell dari masing-masing not yang dipegang,” papar dosen Fakultas Seni Pertunjukan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu.

Parameter musik yang dimainkan berdasarkan pada jumlah oktaf. Dalam penampilannya, biasanya memainkan sampai 3,5 oktaf dengan asumsi 1 oktaf berjumlah 12 not. “Dalam 3,5 oktaf terdapat 39 buah handbell yang dimainkan. Masing-masing pemain akan membunyikan tiap not secara bergantian. Dalam sebuah oktaf besar akan mencapai ratusan handbell,” terangnya.

Para peminat alat musik ini pun beragam. Mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa, hingga karyawan yang kerap berkumpul dan latihan di Graceful Melody Music School, Jalan MT Haryono 495. Untuk kali pertama memainkannya diperlukan beberapa teknik yang harus dipelajari.

“Dulu saya mencoba satu dua not untuk membuka kepekaan suara notasi. Saat bisa menyelaraskan kedua tangan dengan pemain yang lain terdengar suara gemerincing yang membuat ingin memainkannya lagi,” ujar Christy Rahma Septiani, pemain handbell sekaligus penyanyi.

Berbicara mengenai sebuah penampilan, saat tangan menggerakkan lonceng ini terlihat seperti sebuah tarian dengan membawa alunan musik indah. Perpaduan penampilan dan teknik tersebut menunjang absennya instrumen musik lain. Adapun beberapa macam teknik di antaranya empat lonceng di tangan yang terlihat seperti mengetuk pintu, shelly (empat lonceng), dan triple shelly (enam lonceng sekaligus). Teknik tersebut dipelajari dengan tingkat kesulitan tinggi.

Pemain handbell lainnya, Michelle, Poppy, Ledya, Andre, dan Sony saat tampil begitu cekatan mengikuti tempo lagu “Carol of the Bells” dan “What Child is This?”. Seperti halnya alat musik angklung yang dimainkan secara individu setiap not. Cara memegang dan mengayunkan di bagian pergelangan tangan itu begitu luwes. Adapun notasi yang dimainkan diatur melalui gerakan dari lengan yang diayunkan. Dalam sebuah line up besar, akan membutuhkan Choirchimes yakni tabung resonansi dan kelaper chimes. Seperti halnya sebuah orkestra, masing-masing handbell memiliki peran dalam kesatuan bunyi. Ada teknik lainnya yakni lonceng dimasukkan ke dalam air yang akan menghasilkan suara mendengung secara khas.

Meski anggotanya masih dihitung jari, apresiasi yang telah diraih patut dipuji. Sebagai komunitas pertama di kota Lunpia, Gracefull Handbell Choir telah tampil di berbagai helatan mulai dari acara kampus, gereja hingga di acara ‘’Dahsyat’’ di stasiun televisi RCTI. Dalam dekat ini, Henry bersama kelompoknya akan menggelar konser tunggal Gracefull Handbell Choir yang akan berkolaborasi dengan gamelan, kulintang dan paduan suara.

“Nantinya menjadi kali pertama di dunia konser musik handbell mengolaborasikan dengan alat musik tradisional Indonesia,” *(kata Henry).