End Weakness
End weakness. That will be done when Liverpool were treated to Bolton Wanderers in thePremier League at the Reebok Stadium on Sunday (22 / 1) early morning hrs.
Red Bull Confidence
Ferrari and McLaren Mercedes continue to improve the performance of his car to confrontthe race Formula One (F1) next season.
Iranian Embassy Closed
Britain and Iran are hotting up following the Iranians attack the British embassyin Tehran on Tuesday. England, yesterday, closing the Iranian Embassy in London andexpel Iranian diplomats from London.
British Embassy Was Invaded
Iranian demonstrators angry and stormed two British embassy compound in TehranTuesday.
Egyptian Cabinet Retreat, Mass protest form again
Mass protests held again in Egypt, yesterday, a day after a cabinet retreat. Tens of thousands of people thronged the Tahrir Square, Cairo, answered the call of a million people protested to increase the pressure of military leaders to hand over power to civilian government.
Thursday, February 23, 2012
Inter Milan kalah 1-0, Javier Zanetti Terpukul
Wednesday, February 22, 2012
Andi Mengakui Pernah Temui Nazar di Arcadia
Namun Andi membantah pertemuan tersebut terkait dengan proyek Wisma Atlet dan kompleks olahraga Hambalang di Sentul, Bogor, Jabar.
Dalam pertemuan pada sekitar Maret 2010 itu, Andi mengakui bertemu dengan Ketua Komisi X Mahyuddin NS, Angelina Sondakh, dan Nazaruddin.
Ada juga pimpinan Badan Anggaran DPR Mirwan Amir. Pertemuan dilakukan malam hari. Semua nama yang disebut itu merupakan kader Partai Demokrat, termasuk Andi.
“Waktu itu saya diminta bertemu dengan teman-teman Komisi X DPR, ada Ketua Komisi X Pak Mahyudin dan beberapa yang lain,” kata Andi Mallarangeng saat menjadi saksi dengan terdakwa Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/2).
Menurut Andi, sebenarnya saat itu dia tidak bisa mendatangi pertemuan tersebut karena ada agenda lain. Namun setelah acara yang diikutinya selesai, Andi kembali dikontak dan diminta datang ke Restoran Arcadia.
“Saya tiba pukul 21.30, menghormati rekan Komisi X. Saya kemudian bertemu, ada Mahyudin, Angelina, terdakwa juga,” tambahnya.
Ketika ditanya oleh tim jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang kehadiran Nazar yang bukan anggota Komisi X, melainkan Komisi III (Bidang Hukum) dalam pertemuan tersebut, Andi menjawab tidak tahu.
“Angelina dari Komisi X, kok terdakwa yang bukan Komisi X ada di sana?” tanya ketua tim jaksa KPK, I Kadek Wiradana.
“Nggak tahu,” jawab Andi.
Sebelumnya, Nazar menceritakan bahwa pada awal Maret 2010 ada pertemuan antara dirinya dengan Andi Mallarangeng di Restoran Arcadia sekitar pukul 22.00. Nazar mengaku datang lebih awal sekitar pukul 19.00.
Di Arcadia, dia bertemu Sekretaris Menpora Wafid Muharram dan Direktur PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manullang. Nazar mengaku diajak bicara tentang proyek kompleks olahraga Hambalang.
Andi juga membantah pernah meminta mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu untuk mengurus proyek Hambalang. Menurutnya, Nazar juga tidak pernah secara khusus melaporkan soal sertifikat tanah Hambalang kepada dirinya.
“Saya tidak pernah minta Nazar mengurus Hambalang,” kata Andi kepada majelis hakim.
Andi mengaku telah mengetahui rampungnya pembuatan sertifikat tanah Hambalang jauh sebelum diberitahu Nazaruddin dalam pertemuan di kantornya pada Januari 2010.
’’Saya tahu (sertifikat Hambalang) sejak beberapa hari sebelumnya. Sudah sekian tahun diurus dan saya sudah tahu (selesai). Reaksi saya, saya anggap itu bukan info baru,’’ kata Andi.
Menpora tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta sekitar pukul 09.15, mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat dan celana panjang hitam. Andi diantar mobil sedan hitam bernomor polisi B-1705-RFS. Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat ini dikawal oleh beberapa orang ajudan.
Terkait pertemuan dengan sejumlah anggota DPR di kantornya, Andi pun mengakuinya. Namun dia mengatakan bahwa kedatangan para wakil rakyat itu bukan membicarakan proyek, melainkan untuk silaturahmi biasa.
Mereka, menurut Andi, ingin memberikan ucapan selamat karena dirinya diangkat menjadi Menpora. Tapi Andi kemudian meralat keterangan itu setelah dicerca hakim.
“Anda dilantik kapan?” tanya hakim anggota Marsudin Nainggolan kepada Andi. Mendapat pertanyaan ini, Andi menjawab dilantik bulan Oktober 2009.
“(Pertemuan) Itu kan Februari 2010, apa tidak terlalu lama memberi ucapan selamat?” cecar Marsudin.
Dengan sedikit gagap, Andi membela diri dengan mengatakan bahwa sejak dilantik hingga akhir 2009 dia banyak kegiatan. Andi mengaku tidak punya cukup waktu untuk bersilaturahmi dengan koleganya di Partai Demokrat.
“Karena saya terus pergi, baru sempat ketemu. Waktu itu saya baru pulang dari SEA Games. Kedatangan mereka untuk memberikan ucapan selamat karena peringkat kita naik di (SEA Games) Laos. Bukan selamat jadi menteri,” kilah Andi meralat pernyataan sebelumnya.
Silaturahmi_, Dalam pertemuan ini, menurut Andi, anggota DPR yang hadir adalah Mahyudin, Angelina Sondakh, dan Nazaruddin. Dari ketiga orang itu, hanya Nazar yang tidak memiliki korelasi dengan Kemenpora maupun Komisi X yang mengurusi bidang olahraga. Saat disinggung mengenai kehadiran Nazar dalam pertemuan, Andi mengaku sungkan untuk menolak.
“Karena silaturahmi, saya tidak bisa menolak (Nazar),” kilah Andi.
Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu menambahkan, Wafid Muharam juga hadir dalam pertemuan.
Andi juga membantah pernah menerima sumbangan Rp150 juta dari mantan anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manullang. Dia menegaskan, pihaknya tidak pernah menerima dana bantuan kampanye dari Permai Group dalam kongres pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung tahun 2010.
’’Saya tidak tahu dan tidak pernah meminta,’’ tegas Andi.
Atas bantahan Andi, ketua majelis hakim Dharnawati Ningsih lantas membacakan kesaksian eks Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis. Yulianis menyebutkan bahwa perusahaannya menyerahkan dana Rp150 juta kepada tim sukses Andi Mallarangeng melalui Rosa yang berpura-pura sebagai pengusaha.
’’Saya tidak pernah meminta itu (uang). Kalau memang ada tim sukses saya ada menerima, saya ingin tahu siapa, di mana, kapan uang itu diberikan,’’ ujar Andi.
Penasihat hukum Nazar, Hotman Paris Hutapea, tak kehabisan akal untuk menjebak Andi. Salah satunya, dia mengisahkan ’’kekalahannya’’ dari Choel Mallarangeng dalam pembelian tunai sebuah mobil Ferrari.
Hotman batal membeli mobil sport produk Italia seharga Rp 6 miliar itu karena keburu dibeli adik kandung Andi Mallarangeng, Choel.
’’Harusnya Ferrari di Pondok Indah itu untuk Hotman Paris. Tapi karena aku tidak punya uang tunai, dibeli oleh Choel,’’ kata Hotman kepada Andi Malarangeng.
Hotman menghubungkan pembelian mobil Ferrari oleh Choel ini dengan kesaksian terpidana kasus suap proyek Wisma Atlet, Mindo Rosalina Manullang. Rosa pernah mengungkapkan bahwa Choel kebagian dana senilai Rp 20 miliar dari proyek Hambalang.
Menanggapi cerita Hotman, Andi mengatakan bahwa dirinya tak tahu persis apa saja mobil yang dimiliki Choel. Andi mengaku pernah bertanya kepada adiknya tentang ’’jatah’’ dari Rosa tersebut dan Choel membantah.
“Saya tanya ke dia (Choel), sempat ditawari (uang), tapi ditolak,” ujar Andi.
Dalam sidang kemarin, tidak biasanya terdakwa Nazaruddin diam alias tidak membantah pernyataan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum di persidangan. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengiyakan keterangan yang disampaikan Andi.
“Saya tidak keberatan tentang tanggapan saudara (Andi Mallarangeng) Yang Mulia,” kata Nazar.
Nazar menilai, keterangan Andi sesuai dengan fakta yang terjadi. Ia menegaskan, tidak ada pembahasan soal proyek Wisma Atlet dalam pertemuan di kantor Menpora pada Januari 2010.
“Karena memang dalam pertemuan saya dengan saudara saksi tidak pernah berbicara soal Wisma Atlet. Tidak pernah sekali pun saya minta Wisma Atlet supaya dimenangkan perusahaan saya atau teman saya,” kata Nazaruddin.
Sementara itu, permohonan tim kuasa hukum Nazar untuk mengkronfrontasi Mindo Rosalina dan Angelina ’’Angie’’ Sondakh akhirnya dikabulkan majelis hakim. Kedua saksi akan dikonfrontasi dalam sidang lanjutan Nazar Rabu (29/2) pekan depan.
’’Silakan penuntut umum menindaklanjuti pemanggilan sidang kembali terhadap Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina,’’ kata ketua majelis hakim Dharmawati Ningsih sebelum menutup persidangan.
Andi Mallarangeng terlihat menghela napas dan langsung bangkit dari duduknya begitu sidang ditutup. Satu persatu, hakim dia salami. Saat itu, Andi melirik ke arah tempat duduk Nazar dan kuasa hukumnya, Hotman Paris dan Elza Syarief.
Menangkap bahasa tubuh Andi, Hotman pun melontarkan celetukannya, agar pria yang menjabat Menpora itu juga menyalami Nazaruddin. “Sama yang sini salaman juga dong,” kata Hotman. Andi tersenyum mendengar celetukan Hotman. Usai menyalami lima hakim, Andi menghampiri meja jaksa KPK. Satu persatu jaksa disalaminya.
Usai menyalami jaksa, Andi baru menghampiri meja Nazar. Nazar tersenyum dan mengulurkan tangan lebih dulu. Andi menyambut uluran tangan itu. Ketika bersalaman, bahasa tubuh Nazar seperti hendak memeluk Andi. Namun rupanya, Andi seperti menahan keinginan Nazar. Tangan kiri Andi bergerak lebih dulu ke pundak Nazar seolah menahan.
Keduanya terlibat basa-basi beberapa menit. Sikap Andi yang mencoba tak terlalu akrab dengan Nazar bisa dimaklumi, karena dia merupakan tokoh teras di Partai Demokrat.
Usai menyalami Nazar, Andi kemudian menyalami deretan pengacara mulai dari Hotman, Elza, hingga Rufinus. Setelah itu Andi melangkah keluar ruangan sidang.
Sunday, February 19, 2012
Kasus Angelina Sondakh - Hilangnya Isi Percakapan BBM dari BAP
Hilangnya isi percakapan dari BAP Angie itu bisa mengubah drastis arah pemeriksaan. Sebab, dalam percakapan tersebut jelas diungkapkan pihak-pihak yang diduga terlibat. Percakapan itu, jika benar, juga menjadi bukti peran aktif Angie dalam kasus korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games 2011.
Komisi III DPR mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan internal terhadap tim penyidik yang memeriksa Angelina Sondakh. Desakan itu muncul terkait hilangnya isi percakapan via BlackBerry Messenger (BBM) antara Angelina dengan Mindo Rosalina Manulang dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Mindo Rosalina sudah mengakui kebenaran percakapan itu. Dia juga mengatakan Angie menggunakan BlackBerry dengan nomor PIN 21CCF231 ketika berkomunikasi dengannya.
Seperti diketahui, dalam sidang dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta pekan lalu, isi percakapan BBM antara Angie-Rosa ternyata tidak masuk dalam BAP. Padahal dalam BAP Rosa, materi itu merupakan salah satu poin utama pemeriksaan.
Rosa sudah mengakui bahwa percakapan via BBM yang disadap KPK itu benar adanya. Namun Angie menyangkal dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah berkomunikasi dengan Rosa menggunakan Blackberry. Angie juga mengatakan bahwa dirinya baru memiliki Blackberry pada akhir 2010.
Anggota Komisi III DPR, Nudirman Munir, meminta pimpinan KPK secepatnya memeriksa tim penyidik. Langkah tersebut sangat penting dilakukan karena menyangkut nama baik KPK.
"Lenyapnya hasil penyidikan tentang percakapan (BBM) dua orang itu harus diusut karena bisa saja memang sengaja dihilangkan," ujar Nudirman di Jakarta, kemarin.
Hal senada dikemukakan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin. Didi mengatakan, jika pimpinan KPK merasa ada kejanggalan dalam kesaksian Angie {panggilan akrab Angelina Sondakh} , maka mereka harus segera bertindak.
"Kalau mau lakukan pembenahan-pembenahan, silakan. Demokrat mendukung penegakan hukum yang adil," ujarnya.
Anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, menilai hilangnya isi percakapan BBM antara Rosa dengan Angie dari BAP sangat memalukan. Wibawa KPK, menurut dia, saat ini sudah berangsur-angsur pulih dengan gebrakan ketua baru, Abraham Samad. Namun kasus hilangnya salah satu poin penting pemeriksaan dari BAP itu bisa merusak kembali kredibilitas KPK.
"Saya setuju bila Komite Etik KPK turun tangan mengusut hilangnya pembicaraan antara Angie dan Rosa dari BAP," tandasnya.
Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, membantah dugaan ada kesengajaan dalam hilangnya transkrip percakapan Rosa-Angie dari BAP. Menurut Bambang, penyidik sengaja tidak mencantumkan transkrip tersebut karena terdakwa yang dihadirkan dalam sidang adalah Nazaruddin, bukan Angie atau Rosa.
”Ini bagian strategi,” kata Bambang. Transkrip percakapan yang yang diduga dihilangkan itu, menurutnya, lebih banyak terkait dengan keterlibatan Angie.
Sementara itu, pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Ganjar Laksmana, berpendapat, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para pengacara terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, di persidangan justru memberi celah kepada Angie untuk berbohong. Menurut Ganjar, pertanyaan dengan model "tahu" atau "tidak tahu" yang diajukan kepada Angie pasti dijawab "tidak tahu" karena kalau dijawab "tahu", tentunya akan merembet ke hal lain yang tidak diinginkan oleh saksi.
Dia menegaskan, seorang pengacara seharusnya memberikan bukti-bukti kebohongan Angie. Pertanyaan harus disusun berdasarkan fakta dan logika sehingga tidak ada celah bagi saksi untuk berbohong.
"Misalnya, Angie mengatakan kalau dia tidak punya Blackberry sehingga komunikasi yang dituduhkan kepada dia dan Rosa tidak benar, maka pengacara harus membuktikan bahwa Blackberry itu memang milik Angie," ungkapnya.
Ganjar menyatakan, akan lebih baik jika pengacara Nazaruddin menanyakan hal-hal seperti apakah Angie mengetahui apa pekerjaan Anas Urbaningrum, di mana rumahnya, berapa jumlah kendaraannya, untuk menunjukkan bahwa jika Anas selama ini tidak bekerja tapi memiliki harta yang banyak.
"Dari mana dia dapat uangnya? Ini juga untuk membuktikan bahwa Anas yang memegang kendali atas Permai Group. Buktinya Anas mengaku tidak punya pekerjaan tapi sejahtera, dari mana dia dapat kesejahteraan itu?" katanya.
Sementara untuk memastikan Angie telah memberikan kesaksian bohong seperti diyakini banyak orang, kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta beberapa waktu lalu perlu dikonfrontasi dengan saksi-saksi lain.
Jika pengakuan Angie terpatahkan oleh saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada, maka fungsionaris Partai Demokrat itu bisa diancam dengan tuduhan membuat kesaksian palsu. Namun, memberikan keterangan yang berbeda di pengadilan adalah hal yang wajar.
Ahli hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, berpendapat, adalah hal yang wajar Angie memberikan keterangan yang berbeda dalam persidangan Nazaruddin.
”Karena itu, keterangan Angie harus dikonfrontasi dengan saksi-saksi lain,” kata Hadjar.
Menurutnya, konfrontasi harus dilakukan ketika Angelina diperiksa sebagai tersangka atau terdakwa.
”Dari hasil konfrontasi akan ketahuan apakah Angie berbohong atau tidak,” jelasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di persidangan {antara lain Mindo Rosalina Manulang dan Yulianis} Angie disebut-sebut menerima aliran dana dari proyek Wisma Atlet SEA Games 2011 sebesar Rp 5 miliar. Tapi di depan majelis hakim, Angie membantah.
Putri Indonesia 2001 itu juga mengaku tidak pernah berkomunikasi melalui Blackberry Messenger (BBM) dengan Rosa yang memunculkan istilah semangka, apel malang, apel washington, ketua besar, bos besar, pak bali, dan lainnya. Angie berkilah dengan mengatakan baru memiliki BlackBerry pada akhir 2010.
Hadjar mengingatkan, Angie bisa dituntut memberi keterangan palsu jika memang terbukti berbohong.
”Sudah ada dua alat bukti, percakapan BBM, dan saksi Rosa dan Yulianis,” ujarnya.
Terpisah, dosen Komunikasi Politik Universitas Diponegoro (Undip) Joyo NS Gono berpendapat, Angie dianggap berbohong karena masyarakat masih menyakini pernyataan sebelumnya yang telah menguasai media.
"Pernyataan itu berasal dari Nazaruddin yang menyatakan bahwa Angie juga terlibat dalam kasus suap tersebut," ujarnya.
"Yang perlu dibaca, apakah pernyataan Angelina Sondakh itu fakta atau rekayasa. Kalau rekayasa, berarti memang ada informasi yang ditutupi. Namun jika itu pernyataan fakta, maka pesan yang disampaikan adalah yang sebenarnya terjadi dan tidak ada yang disembunyikan," katanya.
Menurut Joyo, komunikasi politik dalam media adalah pertarungan wacana. Informasi Angie bisa dibilang rekayasa pesan jika dia menyembunyikan fakta untuk {misalnya} melindungi orang yang lebih kuat di belakangnya. Sebab, orang melakukan rekayasa pesan tentu sudah direncanakan.
Tuesday, February 14, 2012
Dokter Whitney Diperiksa Secara Hukum
Jenazah Houston diterbangkan dari Los Angeles dengan jet pribadi dan dibawa ke Rumah Duka Whigham di Newark, yang menangani pemakaman ayahnya pada 2003.
Jenazah peraih enam grammy itu dipulangkan saat tim dokternya menghadapi pertanyaan apakah dia memperoleh obat-obatan, yang ditemukan di kamar Beverly Hill Hilton Hotel, secara ilegal.
Jenazah artis berusia 48 tahun itu ditemukan di bak mandi di kamarnya Sabtu lalu. Di sekitar bak tersebut terdapat banyak botol obat dengan resep dokter antara lain ibuprofen (obat penghilang rasa sakit), Xanax, Midol, Amoxicillin, dan beberapa obat lain.
Menurut sebuah sumber, petugas koroner Los Angeles akan minta salinan catatan medis dan membandingkan dengan botol obat beresep yang ditemukan di kamar hotel. Jika seseorang memberi Houston obat ilegal, mereka bisa dituntut.
Para petugas belum memastikan penyebab kematian Houston namun diyakini dia meninggal lantaran berbagai obat-yang diminum sebelum dia tenggelam di bak mandi, tempat jenazahnya ditemukan.
Beberapa sumber menyebutkan keluarga akan disemayamkan sampai Kamis dan upacara pemakaman dilakukan Jumat (menurut AP hari Sabtu) di Gereja Baptis New Hope, tempat dia memulai karier menyanyi. Keputusan memakamkan artis terkenal itu di Newark diambil setelah terjadi perdebatan di antara anggota keluarga. Menurut situs TMZ, Dionne Warwick, sepupu Houston, dan sang ibu Cissy ingin dia dimakamkan di Atlanta, yang diyakini sebagai tempta yang paling disukai Houston. Namun anggota keluarga lain menghendaki mantan istri Bobby Brown itu dikebumikan di Newark. Dia mungkin dimakamkan di dekat sang ayah, John Houston, yang meninggal pada 2003.
Saat spekulasi berlanjut tentang penyebab kematian penyanyi tenar itu, situs gosip TMZ melaporkan bahwa beberapa resep obat diperoleh dari apotik Mickey Fine, yang digerebek pada 2009 oleh DEA lantaran terbukti memberikan obat tanpa resep dokter, terkait meninggalkan Michael Jackson. Namun laporan itu belum dikonfirmasi.
Jackson dilaporkan memperoleh Demerol dari apotik di Beverly Hills itu. Obat tersebut diduga menjadi salah satu penyebab meninggalnya raja pop tersebut.
Mickey Fine diduga menjadi langganan kedua penyanyi itu yang diyakini menghabiskan ribuan dolar untuk membeli obat. Beberapa obat yang ditemukan di kamar hotel Houston dilaporkan dikeluarkan pada 2011, namun beberapa lainnya dibeli dalam waktu dekat.
Amoxicillin belum lama ini diberikan kepada Houston untuk mengobati sakit tenggorokan, jelas sumber kepada TMZ.
Menurut petugas koroner, untuk saat ini tidak mungkin mengetahui penyebab pasti kematian penyanyi tenar itu. Namun dia mengesampingkan terjadinya tindakan curang.
Keluarga Houston mengatakan kepada petugas koroner Los Angeles bahwa tidak ada banyak air di paru-paru Houston untuk membuktikan dia tenggelam di bak mandi, dan faktanya dia meninggal sebelum tenggelam.
Wakil kepala koroner Los Angeles, Ed Winter, menolak menjelaskan lebih rinci dan mengatakan laporan toksikologi baru bisa diperoleh dalam beberapa pekan.
Sementara itu sumber-sumber penegak hukum menyebutkan ada kemungkinan Houston mengalami serangan jantung sebagai dampak dari berbagai obat yang dikonsumsi.
Sementara pertanyaan masih berkisar tentang apa yang terjadi menjelang kematiannya, juru kamera mengambil gambar makanan yang dikonsumsi penyanyi bersuara khas itu sebelum meninggal. Gambar-gambar yang dirilis menunjukkan sisa-sisa makanan terakhirnya — hamburger dan sandwich kalkun — yang dimakan di kamar mandi sebelum dia meninggal. Gambar itu juga menunjukkan sang diva minum sampanye dan bir.















