End Weakness

End weakness. That will be done when Liverpool were treated to Bolton Wanderers in thePremier League at the Reebok Stadium on Sunday (22 / 1) early morning hrs.

Red Bull Confidence

Ferrari and McLaren Mercedes continue to improve the performance of his car to confrontthe race Formula One (F1) next season.

Iranian Embassy Closed

Britain and Iran are hotting up following the Iranians attack the British embassyin Tehran on Tuesday. England, yesterday, closing the Iranian Embassy in London andexpel Iranian diplomats from London.

British Embassy Was Invaded

Iranian demonstrators angry and stormed two British embassy compound in TehranTuesday.

Egyptian Cabinet Retreat, Mass protest form again

Mass protests held again in Egypt, yesterday, a day after a cabinet retreat. Tens of thousands of people thronged the Tahrir Square, Cairo, answered the call of a million people protested to increase the pressure of military leaders to hand over power to civilian government.

Tuesday, February 14, 2012

Dokter Whitney Diperiksa Secara Hukum

Cek Awal : Foto-foto media TMZ diantaranya makanan dan minuman terakhir yang
dikonsumsi Whitney saat berada di kamar hotel. Di kamar mandi tempat lokasi Whitney
ditemukan meninggal, juga diperiksa, karena ditemukan sebuah nampan berisi sandwich kalkun. (dn-24)
Jenazah Whitney Houston tiba di kampung halamannya di Newark, New Jersey, pada Senin malam waktu setempat di tengah laporan bahwa dokter-dokternya akan diperiksa terkait obat-obatan yang ditemukan di kamar hotel penyanyi tersebut.

Jenazah Houston diterbangkan dari Los Angeles dengan jet pribadi dan dibawa ke Rumah Duka Whigham di Newark, yang menangani pemakaman ayahnya pada 2003.

Jenazah peraih enam grammy itu dipulangkan saat tim dokternya menghadapi pertanyaan apakah dia memperoleh obat-obatan, yang ditemukan di kamar Beverly Hill Hilton Hotel, secara ilegal.

Jenazah artis berusia 48 tahun itu ditemukan di bak mandi di kamarnya Sabtu lalu. Di sekitar bak tersebut terdapat banyak botol obat dengan resep dokter antara lain ibuprofen (obat penghilang rasa sakit), Xanax, Midol, Amoxicillin, dan beberapa obat lain.

Menurut sebuah sumber, petugas koroner Los Angeles akan minta salinan catatan medis dan membandingkan dengan botol obat beresep yang ditemukan di kamar hotel. Jika seseorang memberi Houston obat ilegal, mereka bisa dituntut.

Para petugas belum memastikan penyebab kematian Houston namun diyakini dia meninggal lantaran berbagai obat-yang diminum sebelum dia tenggelam di bak mandi, tempat jenazahnya ditemukan.

Beberapa sumber menyebutkan keluarga akan disemayamkan sampai Kamis dan upacara pemakaman dilakukan Jumat (menurut AP hari Sabtu) di Gereja Baptis New Hope, tempat dia memulai karier menyanyi. Keputusan memakamkan artis terkenal itu di Newark diambil setelah terjadi perdebatan di antara anggota keluarga. Menurut situs TMZ, Dionne Warwick, sepupu Houston, dan sang ibu Cissy ingin dia dimakamkan di Atlanta, yang diyakini sebagai tempta yang paling disukai Houston. Namun anggota keluarga lain menghendaki mantan istri Bobby Brown itu dikebumikan di Newark. Dia mungkin dimakamkan di dekat sang ayah, John Houston, yang meninggal pada 2003.

Saat spekulasi berlanjut tentang penyebab kematian penyanyi tenar itu, situs gosip TMZ melaporkan bahwa beberapa resep obat diperoleh dari apotik Mickey Fine, yang digerebek pada 2009 oleh DEA lantaran terbukti memberikan obat tanpa resep dokter, terkait meninggalkan Michael Jackson. Namun laporan itu belum dikonfirmasi.

Jackson dilaporkan memperoleh Demerol dari apotik di Beverly Hills itu. Obat tersebut diduga menjadi salah satu penyebab meninggalnya raja pop tersebut.

Mickey Fine diduga menjadi langganan kedua penyanyi itu yang diyakini menghabiskan ribuan dolar untuk membeli obat. Beberapa obat yang ditemukan di kamar hotel Houston dilaporkan dikeluarkan pada 2011, namun beberapa lainnya dibeli dalam waktu dekat.

Amoxicillin belum lama ini diberikan kepada Houston untuk mengobati sakit tenggorokan, jelas sumber kepada TMZ.

Menurut petugas koroner, untuk saat ini tidak mungkin mengetahui penyebab pasti kematian penyanyi tenar itu. Namun dia mengesampingkan terjadinya tindakan curang.

Keluarga Houston mengatakan kepada petugas koroner Los Angeles bahwa tidak ada banyak air di paru-paru Houston untuk membuktikan dia tenggelam di bak mandi, dan faktanya dia meninggal sebelum tenggelam.

Wakil kepala koroner Los Angeles, Ed Winter, menolak menjelaskan lebih rinci dan mengatakan laporan toksikologi baru bisa diperoleh dalam beberapa pekan.

Sementara itu sumber-sumber penegak hukum menyebutkan ada kemungkinan Houston mengalami serangan jantung sebagai dampak dari berbagai obat yang dikonsumsi.

Sementara pertanyaan masih berkisar tentang apa yang terjadi menjelang kematiannya, juru kamera mengambil gambar makanan yang dikonsumsi penyanyi bersuara khas itu sebelum meninggal. Gambar-gambar yang dirilis menunjukkan sisa-sisa makanan terakhirnya — hamburger dan sandwich kalkun — yang dimakan di kamar mandi sebelum dia meninggal. Gambar itu juga menunjukkan sang diva minum sampanye dan bir.

Saturday, February 11, 2012

Bus Maut Angga, Insiden Kecelakaan Mengerikan

Angga (warga Solo) dan bus Sumber Kencono (SK) ibarat satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Bekerja di Surabaya dengan gaji yang cukup lumayan, lajang berusia 31 tahun ini tetap memilih bus dengan rute Surabaya-Solo-Yogyakarta itu.

”Alasannya mudah, selain murah juga cepat. Berangkat dari Surabaya pukul 23.00, sampai Solo pukul 04.00, berarti hanya lima jam,” kata Angga, kemarin.

Namun itu cerita dulu. Ketika dia akhirnya memutuskan untuk lebih memikir lagi untuk menaiki bus tersebut. Apalagi setelah beberapa kali bus SK terlibat kecelakaan yang berujung dengan jatuhnya korban jiwa.

”Beberapa kali juga hampir terjadi insiden dengan kendaraan lain. Ya truk, mobil dan motor. Berhenti mendadak sering banget dan sudah menjadi kebiasaaan buat SK. Tapi itu memang yang membuatnya cepat sampai tujuan,” ujar dia. 

Sekarang Angga pun lebih memilih dengan bus Patas, Eka. ”Idealnya cepat dan selamat. Tapi gak mungkin, ya. Kalau saya sekarang milih selamat. Pelan meski gak pelan-pelan banget tapi gak ugal-ugalan deh,” sambungnya.

Setali tiga uang, Hastomo (43), warga Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati, Kudus, mengaku masih trauma atas kecelakaan bus yang ditimpanginya, Juli 2011. Hingga kini ia tidak berani tidur malam dalam bus.

Menurut informasi, kelalaian salah jalur akibat sopir memainkan handphone untuk menyetel musik. Dengan demikian, ketika ada pengalihan arus, tidak diperhatikan, sehingga terjadi tabrakan sesama bus. Dalam kejadian itu, Hastomo hanya luka ringan. Namun trauma yang ditimbulkan membuatnya waspada ketika naik bus. ”Sebetulnya PO bus saya tidak terkenal maut, tapi kelalain sopir membuat kami terluka,” katanya.

Berbeda dengan Angga dan Hastomo, Agung (34), warga Pekalongan mengaku, bus ekonomi yang biasa ditumpangi berjalan lambat dan sering ngetem. ”Dari Pekalongan sampai Pemalang yang jaraknya 30 km, waktu perjalanan butuh 45 menit hingga satu jam. Pernah saya hampir marah karena lama sekali, hingga 1,5 jam perjalanan,” ungkap dia.

Mencari solusi pemecahan penyebab kecelakaan bus akibat sopir mengebut seperti mengurai benang kusut. Rumit dan tidak bisa satu pihak dipersalahkan tanpa melihat keterlibatan pihak lain. ”Permasalahan ini bagaikan lingkaran setan. Saling mengait dan memunculkan terjadinya kecelakaan penyebab sopir bus ngebut,” kata Pemilik PO Rajawali, Krisjanto Hanggarjito.

Bukannya ingin membela sopir, ketika Krisjanto mengganggap kecelakaan lalu lintas disebabkan karena mengebutnya pengemudi bus. Tapi dia menginginkan masyarakat tidak terjebak dengan satu paradigma pemikiran.

”Kalau boleh jujur, para penumpang sendiri memberi andil sehingga menyebabkan seorang sopir mengemudikan bus dengan kecepatan tinggi,” tegas dia.

Menurutnya, di tengah-tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi juga membuat semuanya ingin serba cepat. ”Penumpang saat ini ingin segera sampai di tujuan. Sekarang idealnya waktu tempuh Solo ke Semarang itu lima jam. Nah, sekarang apa ada penumpang yang mau dengan waktu tempuh selama itu. Akibatnya, sopir pun terpacu untuk segera sampai tujuan,” ujar dia.

Mepetnya waktu keberangkatan satu bus dengan bus lain, dianggap Krisjanto, sebagai pemicu sopir bus ngebut. Apalagi dengan time table yang dikeluarkan Dinas Perhubungan setempat, yang dinilainya juga sangat pendek. Dia mencontohkan dengan waktu tempuh dari Dishub untuk bus jurusan Solo-Semarang hanya 2 jam 45 menit yang dihitung mulai dari Terminal Tirtonadi Solo sampai Terminal Terboyo Semarang. Selain untuk bus AKDP (antar kota dalam provinsi), time table ini juga berlaku bagi bus malam AKAP (antar kota antar provinsi).

”Kami bukan pesawat terbang yang bisa didelay. Ketika melebihi time table, itu sudah milik PO lain. Kami tidak boleh memakainya,” sambung pemilik PO dengan 16 armada untuk jurusan Solo-Semarang itu.

Masalah mengejar setoran sehingga menyebabkan sopir bus mengebut, dibantah Yohan Budiman, pengelola PO Rela. Pemilik 40 armada yang memegang trayek Solo-Purwodadi PP ini mengaku tidak menerapkan batas setoran ke sopir mereka.

Gengsi membawa maut. Yohan mengaku, saat ini hampir semua perusahaan bus sudah tidak menerapkan kejar setoran. Tapi, Yohan juga tak menutup bahwa adanya gengsi antara satu sopir dan sopir lain, bisa menyebabkan pengemudi ngebut. 

Lantas, bagaimana kalau sopir bus mereka terlibat kecelakaan? Kedua pengelola ini sama-sama sepakat menyerahkannya langsung ke sopir jika berujung pada tindakan pidana.

”Kalau sopir menabrak dan korbannya meninggal lalu diperkarakan, sopir yang menjalaninya. Tapi kami tetap memberi bantuan uang duka ke korban,” tandas pemilik PO Rajawali Krisjanto Hanggarjito. 

Sedangkan pemilik Perusahaan Otobus (PO) Dedy Jaya Brebes, Dr (HC) H Muhadi Setiabudi mengatakan, sopir ngebut disebabkan mereka harus mengejar waktu sampai terminal, sebagai pusat para penumpang. Jika terlambat, maka akan kehilangan penumpang. 

Di mata H Muhadi, keselamatan penumpang bus menjadi paling utama dalam mengembangkan usaha. Ia mempunyai trik yang cukup jitu untuk menekan kecelakaan yang menimpa busnya. Bahkan, dari catatan perusahaan dalam setahun, angka kecelakaan bisa ditekan hingga lima persen. ”Itu pun rata-rata kecelakaan ringan.”

Terhadap hal ini, langkah yang dilakukan adalah memberikan bonus khusus bagi para sopir yang tidak mengalami kecelakaan selama waktu tertentu. Langkah itu sebagai upaya perhatian dan bentuk pemberian tanggung jawab penuh terhadap sopir dan kru bus. ”Kalau sopir dalam setahun tidak mengalami kecelakaan, saya beri bonus televisi. Sedangkan sopir yang tidak mengalami kecelakaan selama 10 tahun, saya beri bonus naik haji. Tahun ini ada dua sopir yang naik haji karena prestasi itu.” 

Di samping memberikan bonus, lanjut dia, perusahaan juga memberikan sanksi tegas bagi sopir yang ugal-ugalan dan mengalami kecelakaan. Sanksi berat bisa berupa pemecatan. 

Di bagian lain, sejumlah awak bus jurusan Surabaya-Yogyakarta memahami betul perhatian masyarakat luas atas pelayanan yang mereka berikan. Hal itu mengacu pada sejumlah peristiwa kecelakaan yang terjadi. 

Kholil (32), sebut saja begitu, sopir muda bus Sumber Kencono mengaku, aksi kebut-kebutan yang dilakukan bukan tanpa alasan. Berpacu dengan waktu dan persaiangan sesama PO lain menuntut dirinya harus bergerak lebih cepat. Bukan asal menginjak gas dalam-dalam saja. Bekalnya tentu saja kelihaian dan kemampuan membaca medan (jalan). ”Betul saya ngebut, tetapi saya selalu memperhitungan medan dan jarak kendaraan lain,” tegasnya membela diri. 

Tiap tikungan, tanjakan dan kondisi jalan Yogyakarta-Surabaya sudah dia hafal betul. Hal yang lebih penting adalah kondisi bus, baik mesin, rem harus prima. ”Jadi kalau sampai terjadi kecelakaan itu juga apes. Tetapi saat memacu kendaraan, sebagai sopir tetap konsentrasi karena bus tidak membawa sayur.” 

Sementara itu Junaidi (40), kernet bus ekonomi pada jurusan yang sama menambahkan, bahwa pengenalan medan sangat penting bagi sopir dan kernet. ”Biasanya kalau sopir dan kernet berpengalaman, meski ngebut bisa selamat dan tiba pada waktunya. Tetapi kalau di luar itu, mungkin ada awak bus pocokan atau mungkin bus tersebut sedang apes,” katanya.

”Kalau tidak karena alasan perut dan sulitnya mencari pekerjaan, mungkin saja kami tidak menjadi awak bus, mas,” kata mereka kompak.

Menurut kedua orang yang berpengalaman menjelajah Pulau Jawa di atas bus ini, semua pekerjaan pasti ada risikonya. Dan profesi sebagai awak bus adalah pekerjaan yang paling berat, karena taruhannya nyawa. Namun kemampuan itulah yang sekarang ini bisa diandalkan. 

Wednesday, February 8, 2012

Kembar Swedia Asal Semarang - Belum Yakin Akhirnya Melacak Sendiri

Stockholm__- 
Berita tentang ditemukannya orang tua kandung kembar asal Indonesia yang diadopsi oleh keluarga berbeda di Swedia, Lin Backlund dan Emilie Falk, akhirnya sampai ke kelinga dua bersaudara itu. Namun baik Lin maupun Emilie mengaku, mereka belum bisa sepenuhnya percaya pada pemberitaan itu.

’’Ini sungguh luar biasa,’’ kata Lin Backlund kepada The Local, media setempat, kemarin. 

’’Namun kami berhati-hati agar tidak terlalu bersemangat. Kami belum sepenuhnya yakin informasi itu benar.’’

Seorang perempuan berusia 65 tahun warga Desa Delikrejo mengaku sebagai ibu kandung kembar Swedia itu. Perempuan bernama Maryati Radjiman itu mengaku memiliki 15 anak, dua di antaranya Lin dan Emilie. Menurut Maryati, saat kecil Lin bernama Nur Hidayah sementara Emilie bernama Nur Khasanah.

”Saya melahirkan bayi perempuan kembar pada 1983. Mereka saya beri nama Nur Khasanah dan Nur Hidayah,’’ kata Maryati. Dia mengaku terpaksa memberikan bayi itu ke panti asuhan karena keterbatasan ekonomi.

Maryati mengaku bahwa saat hendak memberikan dua putri kembarnya ke panti asuhan, dia membisiki mereka supaya selalu ingat kepadanya.

’’Sok nek wis gedhe eling Make ya, Nduk (Kalau sudah besar, ingat Ibu ya, Nak),’’ katanya menirukan bisikannya saat itu.

’’Saya tidak menginginkan apa-apa. Saya hanya ingin bertemu mereka.’’

Pertemuan kembar Emilie dan Lin menjadi pemberitaan media di dunia karena keduanya baru bertemu saat berusia 29 tahun meskipun selama ini sebenarnya tinggal di kota dan negara yang sama. Yang lebih menarik, tempat tinggal mereka hanya berjarak 70 kilometer.

Kembar asal Indonesia itu diadopsi oleh dua keluarga berbeda di Swedia. Keduanya saat ini sama-sama berprofesi sebagai guru dan menikah pada hari yang sama. Baik Lin maupun Emilie juga berdansa diiringi lagu yang sama saat hari pernikahan mereka. 

Lin dan Emilie baru menyadari bahwa mereka kembar tahun lalu. Setelah bertemu, keduanya sepakat untuk melakukan tes DNA. Hasilnya, 99,98 persen cocok. Dan sejak itu keduanya pun berkawan karib.

Bulan lalu, Lin Backlund kepada The Local menyatakan keinginannya untuk mengetahui jika dia masih memiliki keluarga di Indonesia. Dan kini, keinginan itu tampaknya akan segera menjadi nyata.

’’Saya telah memberi tahu Emilie tentang semuanya,’’ kata Lin, sehari setelah The Local mengabarkan perihal penemuan ibu kandungnya. 

’’Kami masih memeriksanya dan belum yakin benar. Alamat panti asuhan yang diberitakan, salah. Selain itu ada banyak orang yang mengontak kami. Banyak hal terjadi. Anda tidak akan bisa memahaminya.’’

Terdapat sejumlah perbedaan dalam surat adopsi sehingga saudara kembar itu tidak tahu bahwa mereka bersaudara. Ketika mereka masih berusia dua tahun, orang tua angkat mereka sempat mempertemuakan keduanya. Namun lantaran dua bersaudara itu dianggap tidak memiliki kemiripan, orang tua mereka pun tidak pernah bertemu lagi. 

Kembar itu hanya diketahui lahir pada hari yang sama dengan nama ibu kandung yang juga sama, Maryati Radjiman. Saat itu tes DNA belum bisa dijadikan pilihan sehingga kemungkinan bahwa keduanya adalah saudara kembar diabaikan oleh orang tua angkat masing-masing.

Lin dan Emilie menyatakan, saat ini mereka lebih memilih untuk melacak sendiri keberadaan keluarga kandungnya di Indonesia.

’’Untuk saat ini kami tidak akan muncul dulu. Jika benar kami memiliki keluarga di Indonesia, tentu kami ingin bertemu dengan mereka. Namun kami ingin melakukannya sendiri,’’ ungkapan Lin.

’’Kami juga ingin menghormati keluarga yang ada di Indonesia. Kami tidak ingin mereka diserbu media dari seluruh dunia.’’


Tuesday, February 7, 2012

Tanah Semarang Ambles, Air Dalam Tanah Perlu Diisi

Semarang__-
Pengisian kembali air tanah dinilai bisa menahan laju amblesan tanah di Kota Semarang. Caranya cukup sederhana, melalui resapan air tanah buatan di mana air hujan atau air reklamasi diinjeksikan ke bawah permukaan tanah.

”Metode ini sudah dijalankan India dan terbukti efektif. Laju amblesan tanah bisa ditahan dan tidak terus-menerus semakin turun,” tutur pakar Pengairan dan Pengembangan Wilayah dari Undip Dr Ir Nelwan Dipl HE kemarin kepada Suara Merdeka.

Resapan air tanah secara buatan ini merupakan proses antropogenik. Resapan air tanah ini penting untuk manajemen air tanah yang berkelanjutan, karena banyaknya volume air tanah yang disarikan dari akuifer (lapisan tanah) dalam jangka panjang kurang dari atau sama dengan tingkat volume yang diisi ulang. Nelwan menilai, pemanfaatan air bawah tanah (ABT) kian tinggi selama air permukaan belum mencukupi.

Sebaliknya, pengeboran air tanah memberikan hasil yang sangat memuaskan.

Banyak sumur bor yang airnya memancar ke atas. Kondisi itu menyebabkan banyak pihak terlena dan tidak mengantisipasi dampak eksploitasi air tanah secara berlebihan ini jauh ke depan. Adapun akibat ikutan dari penurunan muka air tanah tersebut adalah amblesan tanah, yang diakibatkan pemampatan pori-pori batuan yang kosong karena hilangnya massa air tanah. Pengisian kembali air tanah ini, lanjutnya, memang tidak bisa menghentikan penurunan muka tanah.

”Paling tidak, meminimalisasi laju penurunan tanah yang mencapai 10 cm per tahun bisa menjadi 2 cm karena massa air tanah bisa terjaga,” katanya.

Pengisian kembali air tanah ini bisa dibuatkan saluran penangkap aliran air permukaan maupun embung permanen air hujan. Dia menyayangkan, langkah yang sudah digiatkan di negara maju dan berkembang ini justru sama sekali belum dilirik. Di India, misalnya, pengairan areal pertanian memanfaatkan ABT. Namun kesadaran petani disana sudah baik, yakni dengan menerapkan proses pengisian kembali air tanah. Di masing-masing rumah petani, ada semacam pipa yang dikoneksikan dengan lubang tanah dengan kedalaman tertentu.

Pipa tersebut berfungsi mengalirkan air hujan agar masuk ke cekungan air tanah. Diakuinya tidak sedikit biaya yang diperlukan, namun pembiayaan dari luar negeri bisa menjadi alternatif. Dia menyarankan, pembangunan-pembangunan instalasi pengisian kembali air tanah bisa dipadukan dengan program yang dimiliki Pemkot yakni Gerdu Kempling.

Guru Besar Bidang Teknik Sipil Undip Prof Dr Ir Suripin M Eng menambahkan, tidak sembarang wilayah bisa dibuat resapan air tanah secara buatan. Idealnya wilayah tersebut berada pada ketinggian lima meter di atas permukaan laut. Saat ini, bersama Pemkot tengah disiapkan regulasi yang mengatur ketersediaan sumur resapan maupun tampungan-tampungan air hujan.

”Kami masih menyusun raperda drainase, yang di dalamnya mengatur tentang konsep pengisian kembali air tanah bagi mereka yang memanfaatkan air bawah tanah,” katanya.