End Weakness

End weakness. That will be done when Liverpool were treated to Bolton Wanderers in thePremier League at the Reebok Stadium on Sunday (22 / 1) early morning hrs.

Red Bull Confidence

Ferrari and McLaren Mercedes continue to improve the performance of his car to confrontthe race Formula One (F1) next season.

Iranian Embassy Closed

Britain and Iran are hotting up following the Iranians attack the British embassyin Tehran on Tuesday. England, yesterday, closing the Iranian Embassy in London andexpel Iranian diplomats from London.

British Embassy Was Invaded

Iranian demonstrators angry and stormed two British embassy compound in TehranTuesday.

Egyptian Cabinet Retreat, Mass protest form again

Mass protests held again in Egypt, yesterday, a day after a cabinet retreat. Tens of thousands of people thronged the Tahrir Square, Cairo, answered the call of a million people protested to increase the pressure of military leaders to hand over power to civilian government.

Tuesday, February 7, 2012

Luis Suarez Pantas Diberi Kartu Merah

LIVERPOOL __- Pada laga antara Liverpool dan Tottenham Hotspur di Anfield, Selasa (7/2) dini hari WIB, kubu The Reds langsung memainkan Luis Suarez yang telah absen selama delapan laga. Namun, kembali Suarez malah mendapat banyak pendapat miring akibat permainannya di laga tersebut.

Pasalnya, dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol tersebut Luis Suarez melakukan tendangan kepada gelandang Spurs, Scott Parker, hingga dirinya mendapatkan kartu kuning oleh wasit Michael Olive.

Atas kejadian tersebut pemain asal Uruguay tersebut langsung mendapat banyak pendapat yang cukup keras.

Salah satunya datang dari pemain Manchester United, Wayne Rooney. Rooney menilai Suarez seharusnya layak mendapatkan kartu merah akibat tendangannya tersebut.

‘’Jika memang wasit melihat tendangannya itu dan kemudian menghukumnya. Seharusnya itu (dengan kartu) merah,’’ tulis Rooney dalam akun twitter pribadinya, kemarin.

Pendapatnya tersebut sontak mendapatkan reaksi yang kurang menyenangkan dari para fans Liverpool yang tidak terima. Para fans Liverpool pun langsung menyoroti penampilan agresif dari penampilan Rooney sendiri.

Namun hal tersebut ditanggapi dengan tenang oleh Rooney seraya melakukan pembelaan.

‘’Untuk siapa pun yang membicarakan tentang agresivitas saya. Saya saat ini belum pernah mendapatkan satu kartu kuning pun di ajang Premier League musim ini,’’ katanya.

Komentar serupa juga dilontarkan mantan wasit terbaik Inggris, Graham Poll. Menurut Poll, Suarez pantas mendapat sanksi lagi, paling tidak larangan bermain di tiga laga.

‘’Melihat aksi Suarez. Pertama, dia sedikit mendorong Parker, jadi dia pasti tahu posisi Parker.

Lalu, kemudian dia mengangkat kaki dan menendangnya. Itu merupakan pelanggaran serius,’’ tegas Poll dalam tulisannya di kolom Daily Mail.

‘’Aksi yang dilakukannya itu tidak relevan. Tweet Rooney benar bahwa seharusnya Suarez dikartu merah. FA tidak bisa bersikap retrospektif hanya karena Suarez sudah diganjar kartu kuning,’’ kata Poll.

Penampilan Scott Parker sendiri memang benar-benar mengesankan pada laga tersebut hingga sukses menjaga gawang Spurs dari kebobolan.

Akibat penampilannya tersebut dirinya langsung mendapatkan pujian dari pemain Manchester United, Michael Owen. Ia menilai Parker adalah pemain terbaik dalam laga tersebut.

Presiden Maladewa "Mohamed Nasheed" Mengundurkan Diri

Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed, mengundurkan diri setelah aksi protes besar-besaran selama beberapa pekan yang memicu pemberontakan polisi, Selasa kemarin. Sejumlah pihak menyebut aksi yang dilakukan oposisi dan kepolisian itu sebagai upaya kudeta.

Presiden pertama Maladewa yang terpilih secara demokratis itu kemudian menyerahkan kekuasaan kepada Wapres Mohamed Waheed Manik.

”Saya mundur karena saya bukan penguasa yang suka menggunakan kekuatan senjata. Jika pemerintahan ini tetap mempertahankan kekuasaan, maka penggunaan kekuatan senjata tidak terelakkan sehingga justru akan menyengsarakan rakyat,” ungkapnya dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi nasional.

”Saya memilih mundur karena saya percaya, jika pemerintahan ini tetap berkuasa, maka sangat mungkin kita akan menghadapi pengaruh-pengaruh internasional,” tambahnya tanpa menjelaskan negara mana yang dimaksud bakal memberi pengaruh internasional.

Pada 1988, India membantu menggagalkan upaya kudeta di negara kepulauan di Samudera Hindia tersebut dengan mengirimkan satu batalion pasukan untuk mendukung pemerintah Maladewa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Syed Akbaruddin, menyatakan pemberontakan itu merupakan masalah internal Maladewa ”yang harus diselesaikan oleh rakyat Maladewa sendiri”.

Nasheed memenangi pemilihan presiden pada 2008 dan berjanji akan menerapkan demokrasi secara penuh di negara itu. Dia sering berapi-api menyosialisasikan bahaya perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut, apalagi Maladewa merupakan negara kepulauan yang terletak di tengah samudera.

Namun, dia mendapat kecaman keras dari pihak oposisi setelah menangkap seorang hakim yang dia tuduh sebagai kroni pendahulunya, Maumoon Abdul Gayoom, yang memerintah Maladewa selama 30 tahun. Aksi protes menentang penangkapan itu berujung krisis konstitusional. Nasheed berusaha bertahan melawan tuduhan yang menyebutkan dia berkuasa seperti diktator.

”Ini sebuah kudeta. Kepolisian dan orang-orang Gayoom serta sejumlah elemen militer mendesak Presiden Nasheed mundur. Menurut saya, ini merupakan kudeta,” ungkap salah seorang ajudan Nasheed yang enggan disebutkan namanya.

Kekacauan politik di Maladewa tersebut memperlihatkan perseteruan lama antara Gayoom dan Nasheed yang pernah dipenjara selama enam tahun semasa pemerintahan Gayoom karena memperjuangkan demokrasi.

Senin (6/2) malam, sekelompok orang menyerbu lobi stasiun televisi VTV yang berafiliasi dengan pihak oposisi, sementara polisi yang memberontak menyerang dan membakar stasiun MNBC yang selama ini menjadi corong Partai Demokrat Maladewa pimpinan Nasheed.

”Kami meminta Nasheed diadili atas tindak korupsi dan pelanggaran hukum. Kami memberi dukungan penuh kepada presiden baru,” ujar Hassan Saeed selaku pemimpin DQP, salah satu partai dalam koalisi oposisi.

Selasa kemarin, tentara menembakkan gas pemedih mata terhadap massa polisi pemberontak dan demonstran yang mengepung markas Pasukan Pertahanan Nasional Maladewa di dekat Alun-alun Republik.

Monday, February 6, 2012

Anak Kembar Lain Lagi di Belanda Milik Radjiman-Maryati

Selain anak ke-11 dan ke-12 bernama Nur Khasanah dan Nur Hidayah yang kini masing-masing bernama Emilie Falk dan Lin Backlund, pasangan suami istri Radjiman (68) dan Maryati (64) ternyata juga memiliki anak kembar lain bernama Heri Setyawan dan Heri Setyono. Keduanya lahir pada 1979.

”Tapi, Heri Setyawan meninggal ketika masih bayi, sedangkan Heri Setyono diadopsi oleh warga Belanda 15 tahun yang lalu,” tutur anak pertama Maryati, Isman Budiarso (47), Senin (6/2).

Bagaimana keadaan Heri Setyono? Bapak lima anak itu mengatakan, keluarganya belum pernah mendapat kabar tentang keberadaan Heri yang kini memiliki nama Belanda, Heroo.

”Saya juga pernah berencana mencari dia melalui acara Termehek-mehek di televisi,” jelasnya.

Di sisi lain, kepastian bahwa Emilie Falk dan Lin Backlund merupakan anak kandung Maryati dan Radjiman, kian terang. Para tetangga yang menyaksikan proses kelahiran sang bayi membenarkan Maryati melahirkan bayi kembar pada 1983 di Kampung Delikrejo RT 9 RW 11, Kelurahan Lamper Tengah.

”Saya tahu persis saat melahirkan, Maryati dibantu dukun bayi bernama Mbah Surip.

Tapi Mbah Surip sudah meninggal,” tutur Poniyah (54), warga Kampung Delikrejo RT 9 RW 11, Kelurahan Tandang, saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Hal yang sama disampaikan Sri Siyamsih (38). Saat itu, ibu dua anak tersebut masih berumur 10 tahun. Oleh ibunya, Andaniyah (55), ia diajak menjenguk bayi kembar perempuan di rumah Maryati yang letaknya di belakang rumah mereka.

”Saat syukuran kelahiran, bapak saya Wakiman yang kini sudah meninggal juga diundang. Dari bapak, saya tahu dua bayi kembar itu diberi nama Nur Khasanah dan Nur Hidayah,” ujarnya.

Dari segi ekonomi, Maryati dan keluarganya dapat dikatakan kekurangan. Rumah papan sederhana yang mereka tinggali hanya memiliki dua kamar. Maryati dan anak-anaknya tidur dengan dipan tingkat.

”Saat itu, Delikrejo masih ikut Kelurahan Lamper Tengah, tapi pada 2000-an ikut Kelurahan Tandang. Tapi entah kenapa, pada 1993 rumah itu dijual kepada Pak Alwi,” jelas Sri Siyamsih.

Saat ditemui, istri Alwi, Nur Sujana (54) menjelaskan, rumah Maryati dibeli kurang dari Rp 2 juta.

”Keluarga Maryati menjualnya karena terburu-buru,” ujarnya.

Anak kedua Maryati, Sri Nurhayati (49) menjelaskan, kehidupan yang serbakekurangan memaksa orang tuanya terpaksa menjual rumah mereka.

”Setelah ibu melahirkan bayi kembar, menurut para tetangga kondisi Nur Khasanah terlihat lemas. Nur Hidayah lebih sehat. Setelah seorang ibu yang mengaku berasal dari yayasan datang mengambil Nur Khasanah untuk diasuh, dua minggu kemudian ibu saya mengantar Nur Hidayah ke panti asuhan tempat Nur Khasanah tinggal di sana. Harapannya, mereka biar jadi satu,” papar Sri Nurhayati yang tinggal tidak jauh dari bekas rumah orang tuanya.

Meski sudah disatukan, ternyata bayi kembar itu akhirnya terpisah. Diduga itu terjadi karena mereka diadopsi dua keluarga berbeda.

Untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarga, Nurhayati terpaksa berjualan gorengan sejak usia 13 tahun. Kepalanya pun menjadi botak karena harus menanggung beban dagangan di atas kepala dan berkeliling kampung setiap hari.

Ditemui terpisah, mantan Ketua RK 5 Kampung Tambak Dalam, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Genuk, Sugiarto (62) menjelaskan, sebelum pindah ke Kampung Delikrejo, Maryati dan Radjiman bersama anak-anaknya tinggal di Tambak Dalam RT 12 RK 5.

”Keluarga Maryati sering bergaul dengan masyarakat. Anak-anaknya juga kerap membantu membungkus es lilin di rumah kami. Tanah yang didirikan untuk bangunan sederhana dari papan itu milik adik kandung Maryati yang bernama Payem. Tapi sekarang dia sudah meninggal,” katanya.

Nurhayati menambahkan, kepindahan keluarganya ke Delikrejo sengaja dilakukan. Setiap hujan turun, luapan air Sungai Banjirkanal Timur selalu menggenangi rumahnya.

Kabar pertemuan dua perempuan kembar dengan nama Emilie Falk dan Lin Backlund pun didengar ibu tiga anak itu dari kerabatnya. Setelah melihat foto mereka, Nurhayati yakin kedua wanita itu adalah adik kandungnya.

" Tetangga Kaget Sekali Tidak Tahu "

Berita mengenai Maryati, Emilie Falk, dan Lin Backlund tiba-tiba menjadi perhatian khusus bagi warga RT 4 RW 1 Desa Klampok, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, terutama setelah mereka membaca Suara Merdeka edisi Senin (6/2) yang memberitakan penuturan Maryati.

”Saya kaget setelah membaca Suara Merdeka pagi ini (kemarin). Sebagai tetangga, saya malah tidak tahu kalau Bu Maryati memiliki anak kembar yang saat ini tinggal di luar negeri. Bayangan itu jauh dari benak saya, mengingat yang bersangkutan hidup sederhana di Klampok sejak tahun 1997,” kata Wakil Ketua RT 4, Hartono (35).

Menurut Hartono, selama ini dia hanya mengetahui bahwa Maryati pindahan dari Semarang dan memiliki sejumlah anak yang sudah berumah tangga. Mengenai Radjiman, warga mengetahui lelaki itu bekerja di Semarang dan hanya sesekali pulang ke Klampok.

”Untuk menambah penghasilan, Bu Maryati membuat kerajinan tas dari anyaman rotan sintetis. Maryati tinggal di sebuah rumah yang bersebelahan dengan anak pertamanya, Isman Budiarso,” jelasnya.

Soal kehidupan sosial, Hartono mengakui keluarga Maryati sangat baik dan berbaur dengan masyarakat seperti biasa. Bahkan Radjiman tidak pernah absen menghadiri pertemuan bulanan warga.

”Sebagai tetangga, saya tentu berharap keluarga Maryati dan kedua anaknya di Swedia segera bertemu. Bagaimanapun, perasaan dan ikatan batin ibu dan anak sangat kuat,” tuturnya.

Peluang Besar Bagi Persipur dari Penyisihan Group VI Divisi I Liga Amatir Indonesia 2011-2012

Peluang Persipur lolos dari penyisihan grup VI Divisi I Liga Amatir Indonesia 2011-2012 sangatlah besar. Mengingat di putaran kedua nanti Laskar Petir lebih banyak melakoni laga kandang. Tercatat dari lima partai di putaran kedua, tiga laga akan dijalani di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. Sedangkan laga sisa, anak asuh Nanang Kushardianto akan melawat ke Sragen (11/2) dan Boyolali (15/2). Hingga akhir putaran pertama pun Persipur masih kokoh menghuni urutan dua klasemen sementara. Dengan perolehan delapan poin, hasil dua kali kemenangan, dua kali seri dan satu kali kalah.

“Semua tim masih memiliki peluang lolos. Secara materi di grup VI ini memang merata. Saya yakin di putaran kedua nanti seluruh tim akan melakukan pembenahan,” kata Nanang Kushardianto.

Dari hasil evaluasi putaran pertama, team work dan produktifitas gol menjadi catatan pelatih yang akan segera dibenahi. Meski bermain cukup baik di semua laga, produktifitas gol Persipur dianggapnya masih minim. Untuk itu dalam jeda beberapa hari, palatih yang sudah beberapa musim menangani Persipur tersebut akan berupaya membenahi semua kekurangan timnya.

“Para pemain depan akan kami genjot untuk mengasah insting golnya. Kerja sama antarlini juga akan kami tingkatkan. Harapannya, di putaran kedua nanti kami dapat mengambil banyak poin, khususnya di laga kandang,” tegas mantan pemain Mitra Surabaya di era 1990-an ini.

Melintas sejenak ke wilayah Kendal, pelatih Persik Dananjaya mengaku kurang puas dengan permainan anak asuhnya di putaran pertama. Khususnya ketika bermain di kandang, Sendik Risqiyanto dkk sering bermain tanpa pola. Hal itu, menurut Dananjaya karena anak-anak Persik terbebani target harus menang. Pelatih asal Jakarta ini pun berharap, menghadapi laga di putaran kedua pemainnya bisa lebih tenang dan fokus pada strategi yang diinstruksikan pelatih.

“Kerja sama dan mental bermain akan kami gembleng lagi. Semoga di laga-laga selanjutnya kami tak kehilangan poin. Ketajaman lini depan juga akan terus kami asah,” paparnya belum lama ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persik memastikan diri memimpin klasemen sementara grup VI. Tambahan satu poin di laga terakhir menghadapi Persikaba, membuat posisi anak-anak Kendal belum tergoyahkan di puncak klasemen. Total mereka telah mengemas nilai sembilan, hasil dua kali kemenangan dan tiga kali seri tanpa sekalipun menuai kekalahan.